Penembakan di Papua
Rekomendasi BIN atas penembakan di Papua
Kepala Badan Intelijen Negara (BIN) Marciano Norman mengatakan pihaknya
telah menjalin koordinasi dengan Panglima TNI dan Kapolri untuk membuat
crisis Center di Papua. Adapun tujuannya adalah memberikan masukan
tentang perkembangan situasi di lapangan.
"Dengan berkembangnya
situasi di Papua, telah diambil inisiatif atas koordinasi dengan
Panglima TNI dan Kapolri untuk buat crisis center di Papua. Sehingga
komunitas intelijen secara terpadu dapat memberikan masukan tentang
perkembangan situasi terkini di daerah itu," jelas Marciano di Komplek
Parlemen Senayan, Jakarta, Senin (25/2).
Marciano menambahkan
jika sharing informasi adalah sangat penting. Pihaknya saling
mengharapkan para pimpinan mulai dari Gubernur, Pangdam dan Polda di
Papua mendapatkan informasi yang sama.
"Kalau berbeda-beda nanti
keputusan yang akan diambil akan salah. Kami juga telah melakukan
komunikasi intelijen secara berlanjut dengan para tokoh dan anggota OPM
untuk kembali ke tengah lingkungan masyarakat dan mereka diarahkan agar
bersedia di perumahan yang sudah disediakan dan diberikan pelajaran
untuk kelola usaha dan untuk kehidupannya," jelas Marciano.
Selain
itu, pihaknya juga menggandeng perguruan tinggi untuk menjaga keamanan
dan kenyamanan di Papua. Kemudian melaksanakan komunikasi dengan
tokoh-tokoh masyarakat dan pemerintah dalam konteks pencapaian
kesejahteraan masyarakat di Papua.
Dalam hal ini BIN dalam rapat kerja dengan Komisi I DPR memberikan sejumlah rekomendasi:
1.
Peristiwa Kabupaten Puncak dan Puncak Jaya bersifat taktis berdampak
strategis. Masalah ini wajib dikelola dengan baik dengan dukungan semua
pihak agar langkah penanganan yang dilakukan benar-benar tepat dan
terukur. Sehingga tidak menjadi eksesif yang akan kontraproduktif kepada
nasional.
2. Pelaksanaan intelijen khusus yang melibatkan
segenap pemangku kepentingan dalam satu keterpaduan. Dalam rangka
mewujudkan kondusivitas keadaan yang mendukung bagi upaya-upaya untuk
pencapaian stabilitas situasi dan penyelenggaraan program pengembangan
di Papua dan Papua Barat.
3. Seluruh instansi pemerintah terkait
dukungan DPR RI agar makin meningkatkan upaya untuk meningkatkan
realisasi program masing-masing di Papua dan Papua Barat. Sehingga
menjadi prioritas dalam rangka percepatan pencapaian hasil pembangunan
sekaligus meredusir, menangkal perkembangan separatisme.
Seperti
diketahui, sekelompok sipil bersenjata menembak 8 prajurit TNI dan empat
warga sipil di Jayapura, Papua. Jasad 12 korban baru dievakuasi dari
Sinak, Papua dengan menggunakan dua helikopter TNI jenis MI 17 pada
Minggu pukul 09.20 WIT. Evakuasi ini sempat tertunda tiga hari karena
cuaca buruk dan helikopter yang ditembaki.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar